Bagaimana Membudidayakan Pohon Penghasil Gaharu?


Salah satu mitra DGI Jatim 1

Salah satu mitra DGI Jatim 1

Secara tradisional masyarakat kita di berbagai daerah mencari dan mengumpulkan gaharu yang dihasilkan pohon-pohon tertentu di hutan. Karena harga gaharu kualitas prima bisa mencapai Rp 35 juta bahkan 100 juta per kilogram bila diekspor ke mancanegara, kini petani di daerah-daerah tertentu berusaha membudidayakan pohon penghasil gaharu.

Artikel Terkait : Prospek Budidaya dan Investasi Gaharu

Menurut pakar dan praktisi tanaman penghasil gaharu, sebenarnya tidak ada yang namanya pohon gaharu. Yang ada adalah pohon penghasil gaharu. Gaharu itu tampaknya seperti sebongkah kayu yang dihasilkan oleh pohon-pohon Manfaatkan tertentu saja, sebab tidak semua jenis pohon gaharu dapat menghasilkan gaharu. Biasanya masyarakat kita tinggal mencari dan mengambilnya di hutan lalu dijual seperti di wilayah Asmat di Papua dan di Manggarai, Flores serta berbagai wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Kini pohon penghasil gaharu sudah dapat dibudidaya dengan teknik suntik atau inokulasi guna mempercepat produksi gaharu dan bisa diperoleh gaharu yang berkualitas tinggi. Karena ciri pohon penghasil gaharu itu kurang berkembang baik jika langsung terpapar sinar matahari, pohon ini hendaknya ditanam di bawah pohon pelindung seperti mahoni, cacao, dan bahkan pohon pisang. Pohon pelindung ini menciptakan tingkat kelembaban yang dibutuhkan pohon penghasil gaharu agar lebih produktif. Pola penanaman sebaiknya ditumpangsari karena pohon ini hanya membutuhkan sinar matahari sekitar 40%-60% di tahap penanaman sampai kurang lebih usia 1 – 1,5 tahun.

Guna mempercepat pembentukan gubal gaharu dan meningkatkan kualitas gaharu pada pohon penghasil gaharu, dikembangkan teknik rekayasa berupa suntikan jamur Fusarium pada pohon penghasil gaharu.

Apa saja manfaat gaharu?

Sampai saat ini, pemanfaatan gaharu masih dalam bentuk bahan baku (kayu bulatan, cacahan, bubuk, atau fosil kayu yang sudah terkubur. Setiap bentuk produk gaharu mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda. Gaharu mempunyai kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas.

Aroma gaharu amat populer, sangat disukai oleh masyarakat di negara-negara Timur Tengah, seperti Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Oman, daratan China, Korea, dan Jepang. Mereka membutuhkan gaharu sebagai bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesori.

Untuk keperluan kegiatan keagamaan, gaharu sudah lama diakrabi bagi pemeluk agama Buddha dan Hindu. Secara tradisional gaharu dimanfaatkan antara lain dalam bentuk dupa untuk upacara ritual dan keagamaan, pengharum tubuh dan ruangan, bahan produk kecantikan dan kosmetik untuk merawat wajah dan menghaluskan kulit, dan obat-obatan sederhana. Saat ini pemanfaatan gaharu telah berkembang sangat luas antara lain untuk parfum, aroma terapi, sabun, dan body lotion.

Meningkatnya penggunaan obat-obatan dari bahan organik seperti tumbuhan (herbal), membuat gaharu semakin diminati sebagai bahan baku obat-obatan untuk berbagai macam penyakit, seperti asma, hepatitis, ginjal, radang lambung, radang usus, rematik, tumor paru-paru dan usus, dan kanker. Gaharu juga dimanfaatkan sebagai obat stimulan kerja syaraf dan pencernaan. Gaharu juga digunakan sebagai bahan obat sakit perut atau diare, perangsang nafsu birahi, penghilang rasa sakit, tersedak, penghilang stres, dan sirosis. Kini pengunaan gaharu sebagai obat terus meningkat.

Karena banyak teman bertanya tentang bagaimana menanam dan membudidayakan pohon penghasil gaharu, kami berupaya membuat kompilasi bahan-bahan yang kami browse dari internet. Anda tertarik ikut join??? Segera dapatkan informasi lebih lanjut mengenai budidaya gaharu program kemitraan dengan PT. Duta Gaharu Indonesia Divisi Jawa Timur, CP: Bpk. Ronny, Mobile: *Simpati: +62 813-3412-3595, *WA: +62 822-3211-1864, *BB: 513bos, website: www.gaharujatim.com atau *Email: dgijatim@gmail.com.

Semoga bermanfaat,

 

Salam Gaharu