Indonesia Target Ekspor Gaharu 1.000 Ton

Gaharu Tenggelam dalam Air

Gaharu Tenggelam dalam Air

Indonesia akan meningkatkan ekspor komoditas kayu gaharu mencapai 1.000 ton per tahun. Apalagi nilai jual gaharu saat ini sedang tinggi, yang bisa mencapai Rp 150 juta per kilogram. Saat ini ekspor gaharu dari Tanah Air baru 600 ton per tahun.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia (Asgarin) Mashur MA, Indonesia baru mendapat kuota 673 ton untuk ekspor gaharu, yang banyak ditujukan ke negara-negara Timur Tengah, ditambah India, Jepang, Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Eropa.

Perolehan devisa dari ekspor gaharu tahun lalu tercatat US$ 85,98 juta. Gaharu merupakan jenis flora berupa kayu beraroma wangi dari jenis pohon tropis Aquilaria spp., yang terinfeksi fungi. Gaharu biasanya digunakan untuk dupa, obat tradisional, parfum, dan aromatik kosmetik.

Indonesia mengekspor produk gaharu berupa serpihan (chips), balok kayu (block), abuk (powder), dan minyak (oil). Komoditas gaharu Indonesia banyak berasal dari Kalimantan Timur, Papua, dan Sumatera. Kebutuhan dunia untuk gaharu sebesar 4.000 ton per tahun.

Tingginya harga jual gaharu membuat Indonesia perlu mengembangkan teknologi pengembangan produksi gaharu. Saat ini Indonesia sedang menjajaki budi daya pohon gaharu yang dikerjakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan.

“Sekarang hampir 98 persen produk gaharu dihasilkan dari alam. Ke depannya, gaharu ini bisa dihasilkan dari budi daya,” kata Mashur usai acara peluncuran ekspor perdana komoditas gaharu Indonesia ke Cina, di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Senin (14/3).
Dengan budi daya, produksi gaharu diharapkan meningkat dua kali lipat. “Investasi budi daya gaharu miliaran rupiah dengan teknologi inokulasi. Untuk satu kali suntik dananya Rp 4 juta,” kata Mashur. Dengan budidaya, dalam 2-3 tahun gaharu sudah bisa dipanen.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan mulai hari ini, Indonesia mengirimkan ekspor gaharu ke Cina tanpa melalui negara perantara. Karena itu, dia yakin perolehan devisa negara bisa meningkat.

“Kebutuhan Cina akan gaharu 500 ton per tahun, tapi kita baru bisa penuhi 200-300 ton,” kata Zulkifli Selama ini ekspor Gaharu ke Cina tidak langsung tapi melalui perantara negara lain atau transit terlebih dahulu, umumnya ke Taiwan.

 

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2011/03/14/090319878/Indonesia-Bidik-Target-Ekspor-Gaharu-1000-Ton

Untuk informasi budidaya dan investasi gaharu, segera hubungi kami PT. Duta Gaharu Indonesia Divisi 1 Jawa Timur, CP: Bpk. Rony, HP: 081 334 123595 / WA: 0822 3211 1864 atau email : dgijatim@gmail.com

 

Semoga bermanfaat,

 

Salam Gaharu.

Advertisement

One Response to “Indonesia Target Ekspor Gaharu 1.000 Ton”

  1. admin

    Apr 25. 2016

    Salam Gaharu pak Abdul Mutholib, benar sekali bahwa budidaya gaharu mempunyai prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan. Berkaitan dengan pertanyaan Bapak, maka saya akan jawab kiranya menjadi pencerahan bagi Bapak untuk segera join bersama2 dalam budidaya gaharu. 1. Gaharu dapat tumbuh pada ketinggian 10 -1.600 DPL. 2. untuk harga bibit gaharu kami ada 6 jenis paket bibit gaharu kemitraan, mulai paket 30 phn, 55, 100, 150, 370 dan 750 phn. Untuk info lengkap bs hubungi sy di WA: 082232111864 (sy bisa send detail paketnya via WA). 3. Gaharu dapat dipanen mulai 6 thn, dan diinokulasi mulai umur 4 thn atau minimal diameter batang 25cm. 4. Untuk penjualan difasilitasi oleh PT. Duta Gaharu Indonesia (DGI), kantor pusat di Kalimantan Barat. Untuk informasi lebih lanjut bs hubungi kami DGI Jatim dgn alamat Jl. Ontoseno 8 no 60A, Polehan, Malang, Jawa Timur. CP: Bpk. Ronny, HP: 081334123595, 085746861974, WA: 082232111864, BB: 5c66e308. Atau kunjungi kami di http://www.gaharujatim.com

    Kiranya menjawab dan bermanfaat,
    Salam Sukses

    Reply to this comment

Leave a Reply