Sosialisasi dan Penanaman Bibit Gaharu di Noelbaki, Kupang, NTT


Let’s Go Green Kupang. Di awal bulan Maret 2018 ini, saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Kupang, NTT. Berbicara tentang propinsi NTT, kita pasti teringat dengan salah satu hasil alam dari propinsi ini yaitu Cendana. Teringat dengan salah satu peribahasa dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang kita dapatkan sewaktu masa SD.  “Sudah Cendana, Gaharu Pula….” Namun kali ini kedatangn saya di Kupang, NTT bukan untuk mencari Cendana, tetapi sosialisasi sekaligus langkah awal untuk budidaya gaharu, khususnya jenis Aquilaria Malaccensis.

Berikut sedikit pengalaman bagaimana membawa bibit gaharu dari kota Malang ke Kupang via pesawat. Banyak yang bertanya, apakah bisa membawa bibit gaharu via pesawat ke Kupang, biasanya teman-teman menceritakan kendalanya di bagian karantina, bandara. Pada kesempatan ini saya ingin shared pengalaman bagaimana saya berangkat dari kota Malang dengan naik travel, cukup dengan pesan 2 seat, satu untuk saya dan satu kerdus untuk bibit. pastikan saat packing, bagian bawah kerdus diberi plastik sampah yang besar. Bibit diatur dengan baik dimasukkan dalam tas kresek sampah, atur dengan rapi. hal ini dilakukan tujuannya, supaya air sisa dari polibag, tidak menetes keluar dari kerdus.  Jangan lupa, sehari sebelum berangkat, bibit jangan disiram, supaya tanah pada polibag, tidak terlalu basah dan mengandung banyak air.

Bagian Karantina bandara Juanda Surabaya

Setelah sampai di bandara, masuk ke pintu depan dan lapor, kalau mau mengurus surat ke bagian karantina, nanti petugas akan menanyakan, apakah ada surat jalan, kalau ada maka petugas akan menunjukkan untuk menuju ke bagian karantina. Di bagian karantina petugas akan meminta surat jalan dan dibuatkan surat karantina, setelah selesai bayar biayanya cukup murah. Petugas akan memberikan 2 lembar surat, satu untuk dilaporkan di bagian pintu masuk, saat mengambil bibit yang dititipkan di sekitar pintu masuk, dan satunya untuk mengambil barang/bagasi saat tiba di bandara tujuan dalam hal ini di bandara Eltari, Kupang.

Artikel Terkait : Sosialisasi Budidaya Gaharu Serta Peluang Bisnis Tanaman Gaharu

Setelah menyerahkan salah satu berkas kepada petugas di pintu masuk, mereka akan menyarankan untuk melakukan packing standar, supaya bibit aman dalam pesawat.

Salah Satu Petugas Sedang Membantu Packing Bibit Gaharu Agar Aman Dalam Perjalanan via Pesawat


Selanjutnya lakukan cek in sesuai dengan tujuan Anda, dalam hal ini ke Kupang. Jangan lupa budayakan antri, karena pengalaman masih sering melihat orang sulit antri saat cek in di bandara. Karena saat berangkat saya sendiri dan membawa satu koper besar yang berisi baju dan aneka olahan gaharu sebagai media untuk presentasi saat sosialisasi gaharu di Kupang. Berhubung koper saya sudah cukup berat, sehingga kerdus bibit gaharu seberat 19 kg, kena biaya over bagasi, yang dibayarkan langsung ke loket maskapai penerbangan, dalam hal ini saya menggunakan Lion Air. Dengan over bagasi 19 kg, saya harus membayar sebesar Rp. 514.800 (kalau berangkat rombongan bisa free, kecuali jika masing-masing membawa barang yang cukup banyak, sehingga tetap kena over bagasi).  Intinya jika ada over bagasi, maka itu yang perlu kita bayar.

Setelah tiba di Bandara Eltari, Kupang, seperti biasa langsung menuju ke bagian bagasi menunggu barang kita. Bibit langsung kita terima bersama koper, saat keluar cukup menunjukkan surat yang diberikan oleh pihak karantina di surabaya, setelah itu selesai langsung keluar menunggu jemputan.

Berikut Contoh Surat dari Bagian Kanatina Untuk Pengambilan Bibit di Bandara Tujuan

Kiranya pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman yang berencana membawa bibit tanaman via pesawat. Selanjutnya saat keluar dari pintu keluar bandara, saya sudah dijemput oleh pak Rian. Terima kasih pak Rian, waktu bersama dalam beberapa hari di kota Kupang. Setelah bibit gaharu dinaikkan mobil, kami menuju ke lokasi tempat menginap, yaitu di Noelbaki, tempatnya di atas bukit dan view dari lantai 2 langsung melihat persawahan dan juga pantai. Amazing…..

Menginap di Villa Pak Jonson

Villa Pak Jonson Dethan di Noelbaki

Keesokan harinya langsung melakukan penanaman gaharu perdana di Noelbaki di sekitar lokasi Villa. Langkah awal untuk gerakan penghijauan bagi Noelbaki, Kupang.

Pak Rian Sedang Menanam Pohon Gaharu di Samping Villa

 

Tiba di Lokasi Kedua Untuk Penanaman Bibit Gaharu

 

Foto Bersama Keluarga Yang Menjaga Lahan Tempat Menanam Bibit Gaharu

 

Foto Bersama Keluarga yang Akan Menjaga dan Merawat Bibit Gaharu

Salah satu hal yang terpenting dalam budidaya gaharu adalah tes PH tanah, apakah layak untuk digunakan menanam bibit gaharu. Untuk budidaya gaharu PH tanah yang baik adalah 5-6, jika kurang dari 5 atau lebih dari 6 maka biasanya kurang bagus untuk pertumbuhan gaharu yang kita tanam.

Cek PH Tanah Sebelum Melakukan Penanaman Bibit Gaharu

Tata Bibit Gaharu di Sekitar Lokasi Untuk Penyesuaian Iklim Yang Baru

Pada kesempatan berkunjung ke Kupang, saya berkesempatan untuk sosialisasi budidaya gaharu kepada guru-guru sekolah Reformasi. Sekedar untuk berbagi informasi, siapa tahu ada yang minat untuk join bersama dalam gerakan menanam pohon, khususnya budidaya pohon gaharu.

Sosisalisasi Budidaya Gaharu Kepada Guru-Guru SMP-SMA Reformasi Plus, Noelbaki, Kupang

 

Menjelaskan Contoh Olahan Gaharu

Demikian sekilas perjalanan ke Kupang di awal bulan Maret 2018, kiranya bisa menjadi berkat dan memberi semangat kepada para Petani, Investor dan Mitra DGI untuk ikut mensukseskan gerakan penghijauan lingkungan atau go green. Untuk info bibit, kemitraan, inokulasi dan investasi gaharu wilayah Kupang dan sekitarnya, segera hubungi kami di HP +62 813-3412-3595 atau WA  +62 822-3211-1864, website: www.gaharujatim.com atau email: dgijatim@gmail.com

 

Semoga bermanfaat,

Salam Gubal Gaharu