Tahukah Anda Mengapa Gaharu Harganya Sangat Mahal?


Gaharu Alam Asal Kalimantan

Gaharu Alam Asal Kalimantan

Anda mungkin sudah mengetahui tentang Gaharu yang mempunyai harga sangat mahal, bahkan ada yang rela mencari pohon “emas” ini sampai pedalaman hutan Kalimantan dan papua. Tetapi, apakah Anda tahu, apa yang membuat gaharu menjadi sangat mahal ?

Berikut adalah hasil analisis kimia di laboratorium tentang gaharu. Gaharu memiliki enam komponen utama yaitu furanoid sesquiterpene diantaranya berupa a-agarofuran, b-agarofuran dan agarospirol. Selain furanoid sesquiterpene, gaharu yang dihasilkan dari jenis Aquilaria malaccensis asal Kalimantan juga ditemukan pokok minyak gaharu yang berupa cbromone. Cbromone ini menghasilkan bau yang sangat harum dari gaharu apabila dibakar.

Sementara itu komponen minyak atsiri yang dikeluarkan gaharu berupa sequiterpenoida, eudesmana, dan valencana. Pemanfaatan gaharu sampai saat ini masih dalam bentuk bahan baku (kayu bulatan, cacahan, bubuk, atau fosil kayu yang sudah terkubur). Setiap bentuk produk gaharu tersebut mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda. Disamping itu, gaharu pun mempunyai kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas.

Artikel Terkait : Mengenal Lebih Dekat Spesifikasi Hasil Panen Gaharu

Aroma Gaharu itu yang sangat popular bahkan sangat disukai oleh negara-negara lain, khususnya masyarakat Timur Tengah, Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Oman, daratan Cina, Korea, dan Jepang sehingga dibutuhkan sebagai bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesoris serta untuk keperluan kegiatan keagamaan, gaharu sudah tidak asing lagi bagi  pemeluk agama Hindu, Budha, Islam.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi industri, gaharu pun bukan hanya berguna sebagai bahan untuk industri wangi-wangian saja, tetapi juga secara klinis dapat dimanfaatkan sebagai obat. Menurut Raintree (1996), gaharu dapat dipakai sebagai obat : anti asmatik, anti mikroba, stimulant kerja syaraf dan pencernaan.

Dalam ilmu pengobatan di Cina, Gaharu digunakan sebagai obat sakit perut, penghilang rasa sakit, kanker, diare, tersedak, ginjal, tumor, paru-paru dan lain-lain. Di Eropa, gaharu ini kabarnya diperuntukkan sebagai obat kanker. Di India, gaharu juga dipakai sebagai obat tumor usus. Di samping itu di beberapa negara seperti Singapura, Cina, Korea, Jepang, dan Amerika Serikat sudah mengembangkan gaharu ini sebagai obat-obatan seperti penghilang stress, gangguan ginjal, sakit perut, asma, hepatitis, sirosis, pembengkakan liver dan limfa. Bahkan Asoasiasi Eksportir Gaharu Indonesia (ASGARIN) melaporkan bahwa negara-negara di Eropa dan India sudah memanfaatkan gaharu tersebut untuk pengobatan tumor dan kanker.

Di Papua, gaharu sudah digunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat untuk pengobatan. Mereka mengggunakan bagian-bagian dari pohon penghasil gaharu (daun, kulit batang, dan akar) digunakan sebagai bahan pengobatan penyakit malaria. Sementara air sulingang (limbah dari proses destilasi gaharu untuk menghasilkan minyak atsiri) yang sangat bermanfaat untuk merawat wajah dan menghaluskan kulit.

Jadi dengan banyaknya manfaat dari gaharu, menyebabkan nilai jual dari gaharu terus melambung tinggi karena permintaan pasar yang sangat tinggi, sementara stock yang tersedia sangat terbatas. Menyadari hal tersebut, maka kami dari PT. Duta Gaharu Indonesia Divisi 1 Jawa Timur, mengajak investor, petani untuk bermitra dalam proyek budidaya gaharu jenis (aqualaria malaccensis) untuk melakukan penghijauan dengan menanam pohon penghasil gaharu dengan sistim bagi hasil. Petani/Mitra 65% dan Perusahaan 35%. Let’s Go Green, Go Gaharu …. Ayo kita bikin HIJAU.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami segera!!!

PT. Duta Gaharu Indonesia Divisi 1 Jawa Timur

CP : Bpk. Rony, HP: 081334123595 / WA : 082232111864

Email : dgijatim@gmail.com